Sabtu, 10 Desember 2011

Sebuah Konsep Bisnis di Masa Depan


(JAKARTA/KJB) Tak hentinya Trisakti menggelar sebuah acara di penghujung tahun ini, FE Usakti mencoba menggelar acara yang mempertemukan wakil mahasiswa se-Indonesia. Semua progam studi FE Usakti dipertarungkan dalam agenda ini. Adapun serangkaian acaranya, kompetisi Statistik Ekonomi, kompetisi Akuntansi, kompetisi Manajemen, Pameran Pendidikan, dan Seminar Nasional

Kiri ke kanan: Moderator Juniati Gunawan, PhDMaria 
R. Nindita Radyati, Ph.D, Ir. Sarwono Kusumaatmadja, 
Wahyuningsih, SE, ME. (sumber: istimewa)
Dalam kesempatan ini, tim KJB mencoba untuk mengikuti Seminar Nasional yang diselenggarakan pada hari Kamis, 8 Agustus 2011 bertempat di Gedung S lt. 8 Kampus A Trisakti. Seminar yang memiliki kuota terbatas ini turut mengundang Ir. Sarwono Kusumaatmadja, mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Ibu Maria R. Nindita Radyati, Ph.D seorang praktisi pendidikan dan pendiri MM-CSR Usakti. Seminar ini dihadiri oleh Ketua Penyelenggara TEBFC Usakti Wahyuningsih, Wakil Dekan FE Usakti Etty M Nasser, dan para mahasiswa dari 19 kampus.

Adapun materi yang diusung tentang CSR (Corporate Social Responsibility) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Perbincangan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama tentang Ekonomi Hijau, Sebuah Konsep Bisnis Berkelanjutan Di Masa Depan yang disampaikan oleh Bapak Menteri Lingkungan Hidup yang menjabat di tahun 1993-1998. Lalu disusul oleh Maria R. Nindita Radyati, Social Enterprise in Indonesia.
                
Suasana Seminar Nasional TEBFC 2011 (sumber: istimewa )
Seminar ini membahas betapa pentingnya membuat suatu keberlanjutan. Pola pikir manusia yang harus diubah untuk tetap bisa berteman dengan lingkungan. “Berpikir holistik harus dibiasakan, selain itu generasi kali ini harus bisa memberikan problem solving, dan harus rajin bertanya”, ucap Ir. Sarwono Kusumaatmadja yang juga menjabat sebagai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia di tahun 1998-2001. Dengan semangat yang membara, Ibu Maria menyampaikan betapa dibutuhkannya Social Enterprises di Indonesia untuk di masa yang akan mendatang. Semua ini disampaikan untuk memberikan wawasan bahwa pola pikir harus diubah sejak dini untuk menciptakan suatu keberlanjutan. “Apa yang kita rasakan pada saat ini, harus bisa dinikmati juga oleh generasi yang akan datang”, ucapnya. (iji/KJB)

0 comments: