Momen lebaran merupakan saat yang dinantikan bagi umat muslim untuk merajut kembali tali persaudaraan setelah satu tahun penuh, dan tradisi menjelang lebaran alias mudik menjadi kegiatan rutin di akhir ramadhan. Sepanjang jalur Kalimalang yang menghubungkan rute Cikampek dipadati para pemudik dari Jakarta Timur dan sekitarnya mulai beberapa hari lalu. Jalan raya Kalimalang didominasi oleh pengendara motor, beberapa bus antar propinsi ikut melintas tak luput kendaraan pribadi. Puncak arus mudik terjadi pada Jumat malam (26/8) dan Sabtu dini hari (27/8), disinyalir akan kembali meningkat pada H-1.
Menjelang lebaran 2011 kali ini seperti biasa jajaran kepolisian ibukota menyediakan beberapa pos bagi pemudik untuk melepas lelah. Guna mengantisipasi masalah yang akan muncul selama arus mudik berlangsung, pihak kepolisian meningkatkan keamanan dengan menempatkan personel mereka di titik-titik rawan (lampu merah dan jalur utama) yang dinilai sebagai lokasi strategis bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi. “beberapa titik rawan tetap menjadi fokus utama untuk mengatasi padatnya arus lalu-lintas serta mengantisipasi kejahatan yang dikhawatirkan timbul” tegas salah satu aparat kepolisian yang berhasil diwawancarai.
Menurut salah satu pemudik yang bernama Yasin warga Pondok Kopi yang akan menuju kota Tegal, mudik kali ini sama seperti biasanya “sama saja mas, sama capeknya tapi tetap semangat karena akan bertemu keluarga saat lebaran” sembari terkekeh. Semoga tidak terjadi kendala untuk mudik tahun ini, dan bagi para pemudik diharapkan untuk berhati-hati serta membawa perlengkapan kebutuhan selama perjalanan. (Gigih/KJB).
![]() | ||||
| para pemudik menggunakan kendaraan roda dua menunggu lampu merah. |
![]() |
| Pos siaga yang disediakan untuk melepas lelah dan informasi bagi pemudik. |


0 comments:
Poskan Komentar