Senin, 29 Agustus 2011

KERETA API, LANGKA SAAT DIBUTUHKAN


Jakarta, kota yang selalu hidup. Namun begitu liburan tiba, Jakarta mendadak kesepian karena ditinggal penduduknya. Mereka yang biasa menghidupkan Jakarta berlomba – lomba memesan tiket untuk pulang ke kampung halaman masing – masing, terutama saat lebaran. Kereta api menjadi salah satu yang paling dicari. Selain sebagai alternatif pilihan transportasi rakyat yang murah, kereta api juga bebas dari kemacetan jalan raya ibu kota. Sekarang ini, tidak hanya mereka dengan ekonomi ke bawah saja yang naik kereta api, mereka dengan ekonomi menengah atas pun memilih kereta api sebagai alat transportasi. Para calon penumpang dapat memilih, apakah mereka ingin menggunakan kereta api ekonomi yang Non – AC, ataukah kereta api golongan bisnis yang ber – AC, atau yang tertinggi tingkatannya yaitu kereta api Argo dengan waktu perjalanan yang lebih singkat. Tentunya semua itu harus disesuaikan dengan jumlah uang para calon penumpang.
Pada saat lebaran, harga tiket berbeda dengan harga di hari biasa. Misalnya untuk tujuan Surabaya yang menggunakan Kereta Api Bima. Pada hari biasa, calon penumpang hanya perlu membayar Rp250.000 untuk sekali perjalanan KA Bima dengan golongan eksekutif. Namun pada hari H – 10 Lebaran, tiket baru bisa didapat setelah sang calon penumpang merogoh kocek 100% lebih dalam dari biasanya, yaitu Rp500.000. Sedangkan pada hari lebaran, tiket dihargai sebesar Rp600.000.
Tiket kereta menjadi salah satu yang paling dicari. Menjelang lebaran, tiket kereta tiba – tiba saja menjadi barang langka, bahkan pada H- 40 sebelum lebaran. . Menurut penuturan M. Zul Faroki, Kepala TU Stasiun Kereta Api Gambir Jakarta Pusat, pembelian tiket kereta api sudah bisa dilakukan pada H – 40 lebaran . “Ah bohong itu penjualan tiket baru dimulai H- 40 lebaran. Wong saya sudah kesini H – 20 lebaran, tiketnya sudah abis,” keluh Bu Hartini, calon penumpang Jakarta – Jogjakarta yang masih berusaha mendapatkan tiket untuk H-2 Lebaran nanti. Banyak penumpang yang mengeluh karena cepatnya tiket habis padahal baru hari pertama loket dibuka. Namun sebenarnya, berdasarkan penuturan Bapak Pahing, penumpang yang biasa menggunakan KA Gajayana, tiket yang habis itu adalah tiket untuk penumpang yang duduk. “Ya kalo tahan berdiri 10 jam sih boleh – boleh saja. Yang habis itu kan tiket untuk penumpang duduk. Kalo mau berdiri, masih bisa beli, sampai hari lebaran juga masih bisa”, jelas Pak Pahing. “Tapi, khusus buat argo, tidak boleh ada penumpang yang berdiri. Ya jelas saja, sudah bayar mahal kok masih berdiri. Saya sih lebih milih argo. Walopun lebih mahal, tapi lama tempuh perjalanannya lebih cepat dan kita tidak harus was – was jagain tempat duduk agar tidak diambil orang”, lanjutnya.
PT Kereta Api Indonesia telah mempersiapkan alternatif cara pembelian tiket, yaitu melalui jalur online. “Untuk transaksi online, sudah bisa diakses melalui internet”, tutur Pak Zul. Namun berbeda dengan Pak Zul, saat kabar tersebut dikonfirmasi ke Bapak Bambang, salah satu pegawai PT. Kereta Api, ia menjelaskan bahwa tiket tidak dapat diakses dan dibeli secara online melalui website, namun penumpang tersebut harus mendapatkan semacam pin yang nantinya dapat ditukar di loket tiket. “Untuk mendapat pin tersebut, salah satunya dapat dilakukan di Indomaret.”, jelasnya. Pembelian secara online yang dimaksud adalah bukan dengan cara mengakses websitenya, namun dengan memesan secara langsung ke kasir, salah satunya, Indomaret. Transaksinya pun cepat dan mudah. Calon penumpang hanya perlu menyebutkan tujuan, nama calon penumpang, dan jenis kereta kemudian pembayaran dapat dilakukan saat itu juga. Bahkan, tiket H-2 pun masih tersedia di Indomaret Gambir. Setelah melakukan pembayaran, penumpang akan mendapatkan struk yang nantinya dapat ditukar di loket pembelian tiket. Bedanya, penumpang harus membayar Rp7.500 lebih mahal dari harga yang telah ditetapkan. Dengan harga yang hanya berbeda sedikit, anda sudah bisa mendapatkan tiket tanpa harus mengantri di loket. (Dina/KJB)
Poster Layanan Reservasi Tiket Online Kereta Api Di Indomaret

0 comments: